Langsung ke konten utama

33. PONDASI ITU ADALAH PENGASUHAN TEPAT DI USIA DINI

LEMBAGA PENGASUHAN SAHABAT TSAURA
10/03/2015
Perkembangan otak dan fisik anak usia dini itu detik demi detik. Cepat sekali dan terlihat sekali perubahannya.
Jutaan sel otak baru terbentuk.
Ribuan kosakata baru jadi koleksi.
Dari yg hanya tidur sampai kemudian merangkak hingga berlari.
Pendidikan n pengasuhan pada usia 0-8 thn ini bagian penting dari fase kehidupan anak selanjutnya.
Stimulasi yg tak tepat pada usia ini, akan membuat HUTANG PERKEMBANGAN pada tahapan perkemvangan berikutnya.
Kita sering abai pada tahapan ini. Kita anggap AH MASA KECIL INI, NANTI AJA KALO SD BARU SERIUS.
Ketidakseriusan ini terjadi di rumah dan sekolah.
Kita menstimulasi seadanya. Mengadakan pendidikan seadanya. Menyiapkan kurikulum sekedarnya.
Yayasan, dinas, orang tua lbh melihat sd kelas atas, smp dan sma. Kira baru habis2an ketika bicara prestasi n pelatihan2 utk guru pada usia atas, bukan usia bawah.
Padahal, ketika usia dini ini beres, maka tugas guru di tahapan berikutnya akan jauh lbh mudah.
Ketika usia dini mendapatkan stimulasi yg tepat, maka tahapan berikutnya guru akan mendaptkan anak yg matang, mandiri dan tidak merepotkan. Anak akan siap tinggal landas.
Pendidikan seharusnya keberlanjutan dari tahapan perkembangan.
Negara2 maju, telah lama fokus pada pendidikan n pengasuhan anak usia 0-8 thn ini. Serius sekali.
Sedangkan negara2 berkembang n terbelakang, masih fokus pada perguruan tinggi, sd kelas atas, smp dan sma.
Saatnya kita perlu lebh serius lagi membenahi pendidikan dan pengasuhan anak usia 0-8 tahun ini.
Sekedar berbagi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A. 1. Sesederhana reframing *) (Kisah Residen yang Positif Covid19)

  Kakinya ringan saja menapaki pagi itu. Sebagai seorang residen, sebutan bagi peserta pendidikan dokter spesialis, long weekend tanpa tugas jaga adalah surga yang sangat dirindukan. Membayangkan pertemuan dan cengkerama hangat dengan keluarga, mengukir sungging senyumnya. Bahagianya membuncah tatkala membayangkan si sulung tampan menyambut kedatangannya, si tengah yang penuh perhatian dan ceria, serta tangan mungil bungsu berlesung pipit yang memeluk erat tubuhnya. Entah sudah berapa purnama berlalu dirinya tidak bisa memeluk tiga mutiara hatinya ini.  Ah, pandemi dengan segala ketidakpastiannya ini semoga segera enyah, batinnya. Sengaja dirinya singgah di sebuah rumah sakit yang bersebelahan dengan asrama haji di kotanya. Mengambil hasil pemeriksaan laboratorium sebagai syarat menunggang si burung besi, sebelum menuju bandara. Petugas yang menelponnya beberapa hari lalu mengatakan hasil pemeriksaan bisa diambil dan hasilnya negatif. Perlahan dibukanya amplop berisi selembar ...

105. Pandemik dan Tertinggal Pelajaran

Beberapa keluhan walimurid di banyak sekolah adalah khawatir anak-anaknya tertinggal pelajaran. Seorang guru di sebuah sekolah yang mengikuti pelatihan Design Thinking untuk Kurikulum yang Adaptif juga mengeluhkan hal yang sama. Meminta tips bagaimana anak-anak tidak tertinggal pelajaran, bagaimana mereka bisa mendapatkan nilai yang baik di Ujian Nasional tahun 2021, jika UN diadakan kembali. Bagaimana dengan Anda ayah bunda ? Memiliki kecemasan yang sama ? Bagiamana dengan Anda cik gu ? Merasakan kekhawatiran yang sama juga ? Saya rasa, banyak walimurid dan guru yang memiliki kecemasan yang sama. Wajar ini ada di kepala kita. Namun, benarkah demikian ? Benar, jika berpikir bahwa belajar hanyalah menjalankan rutinitas dan menghabiskan jatah-jatah halaman dalam buku dan kurikulum. Benar, jika beranggapan bahwa akademis adalah prioritas utama dalam perkembangan anak-anak kita. Benar, jika kita berpandangan bahwa materi kurikulum adalah sebuah kewajiban yang musti dijalankan. Pendid...

106. Design Thinking/Design Sprint for Education

Yang tidak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri. Sering kita mendengar kata-kata magic ini. Perubahan adalah bagian dari kehidupan memang. Punahnya hewan yang ada di alam ini adalah karena hewan tersebut tidak bisa melakukan perubahan di kondisi yang ada. Dan memang itulah fitrah mereka. Sedangkan kita, manusia, adalah makhluk yang paling bisa beradaptasi dengan perubahan. Manusia diberi akal untuk itu. Nah, tapi kita juga sering melihat perusahaan atau usaha akhirnya gagal beradaptasi dan akhirnya gagal pula melanjutkan kiprahnya.Namun, ada juga usaha yang sudah berusia ratusan tahun, tapi kita melihat masih eksis dan terlihat masih menggunakan model aslinya. Tapi benarkah tidak ada perubahan sama sekali sehingga usaha tersebut bisa bertahan ? Ternyata tidak juga, Mereka tetap melakukan inovasi, meski kadang inovasinya bukan di produknya, tapi bisa jadi di marketingnya, kemasannya, manajemennya dan hal-hal lainnya.  Saya ambil contoh Montessori, mereka menggunakan kurikulum...