Langsung ke konten utama

34. Menangis itu Ekspresi Anak


@rizqitajuddin
LEMBAGA PENGASUHAN SAHABAT TSAURA
30/05/2015
Bahasa komunikasi bagi manusia dewasa bisa melalui beberapa cara.
Yaitu melalui bahasa verbal maupun dengan non verbal seperti gestur tubuh & wajah.
Melalui inilah manusia dewasa menyampaikan pesannya.
Pada anak, bahasa komunikasi itu bisa juga berupa tangisan.
Jadi ketika mereka lapar, haus, panas, ditinggal oleh pengasuh utamanya mereka akan menangis.
Mengapa menangis ? Ya karena bahasa verbalnya belum sesempurna manusia dewasa.
Maka ketika anak menangis, target utamanya bukanlah membuatnya diam atau berhenti menangis, tapi lebih dari itu yakni mencari penyebab utamanya mengapa menangis & menyelesaikannya.
Jika targetnya hanya untuk membuatnya berhenti menangis, maka kita hanya mengalihkan perhatiannya dengan melihat sesuatu seperto melihat burung terbang, melihat kucing berlari dll.
Selesai masalahnya ? Tentu tidak karena hanya pengalihan saja. Sebagai pengasuh utama, ayah-bunda "dituntut" utk lbh dari itu. Mencari penyebabnya. Jadi, menghentikan tangisannya dengan menyelesaikan penyebabnya meski mungkin akan memakan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan mengalihkan perhatian.
Saya akan berikan ilustrasi.
1. Ketika dia tiba2 menangis dalam tidurnya, bisa jadi digigit serangga, mulas perutnya, atau mungkin mimpi buruk.
Cari penyebabnya san berikan rasa aman dengan ada di sampingnya, bukan mengalihkan perhatiannya.
2. Ketika bonding dengan ayah sudah terbentuk, & ketika ayah akan berangkat kerja, anak akan kecewa & menangis. Biarkan dia menangis, jangan sekali kali pergi secara diam2. Bunda yang akan menenangkan. Dan ayah berpamitan pada anak & memgatakan bahwa ayah cinta padanya, peluk dan ciun sebelum berangkat.
Mengalihkan perhatian ketika anak menangis memang akan membuat mereka berhenti menamgis atau bahkan tidak menangis.
Tapi bukan itu intinya..karena tangisan adalah bahasa komunikasi dan ekspresi anak. Bukan utk dialihkan tapi untuk direspon dengan respon yamg tepat.
Wallahu alam bisshowab
‪#‎artikelrizqi‬

Komentar

Postingan populer dari blog ini

106. Design Thinking/Design Sprint for Education

Yang tidak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri. Sering kita mendengar kata-kata magic ini. Perubahan adalah bagian dari kehidupan memang. Punahnya hewan yang ada di alam ini adalah karena hewan tersebut tidak bisa melakukan perubahan di kondisi yang ada. Dan memang itulah fitrah mereka. Sedangkan kita, manusia, adalah makhluk yang paling bisa beradaptasi dengan perubahan. Manusia diberi akal untuk itu. Nah, tapi kita juga sering melihat perusahaan atau usaha akhirnya gagal beradaptasi dan akhirnya gagal pula melanjutkan kiprahnya.Namun, ada juga usaha yang sudah berusia ratusan tahun, tapi kita melihat masih eksis dan terlihat masih menggunakan model aslinya. Tapi benarkah tidak ada perubahan sama sekali sehingga usaha tersebut bisa bertahan ? Ternyata tidak juga, Mereka tetap melakukan inovasi, meski kadang inovasinya bukan di produknya, tapi bisa jadi di marketingnya, kemasannya, manajemennya dan hal-hal lainnya.  Saya ambil contoh Montessori, mereka menggunakan kurikulum...

A. 1. Sesederhana reframing *) (Kisah Residen yang Positif Covid19)

  Kakinya ringan saja menapaki pagi itu. Sebagai seorang residen, sebutan bagi peserta pendidikan dokter spesialis, long weekend tanpa tugas jaga adalah surga yang sangat dirindukan. Membayangkan pertemuan dan cengkerama hangat dengan keluarga, mengukir sungging senyumnya. Bahagianya membuncah tatkala membayangkan si sulung tampan menyambut kedatangannya, si tengah yang penuh perhatian dan ceria, serta tangan mungil bungsu berlesung pipit yang memeluk erat tubuhnya. Entah sudah berapa purnama berlalu dirinya tidak bisa memeluk tiga mutiara hatinya ini.  Ah, pandemi dengan segala ketidakpastiannya ini semoga segera enyah, batinnya. Sengaja dirinya singgah di sebuah rumah sakit yang bersebelahan dengan asrama haji di kotanya. Mengambil hasil pemeriksaan laboratorium sebagai syarat menunggang si burung besi, sebelum menuju bandara. Petugas yang menelponnya beberapa hari lalu mengatakan hasil pemeriksaan bisa diambil dan hasilnya negatif. Perlahan dibukanya amplop berisi selembar ...

16. Rapor Deskripsi

Rapor deskripsi sebenarnya sudah mulai sejak 2006. Sejak diperlakukan kurikulum 2006 seharusnya rapor sudah dalam bentuk deskripsi. Namun, sedikit sekali sekolah yang menerapkan rapor deskripsi sejak tahun 2006. Banyak hal mengapa belum diterapkan. Salah satunya adalah kesulitan dalam membuatnya. Perlu energi ekstra dan pelatihan dan evaluasi yang terus menerus. Proses edit dari kepala sekolah atau wakil sekolah dalam hal tata bahasa dan kepatutan juga menjadi hal yang penting. Saya ingin berbagi mengenai rapor deskripsi yang telah kami lakukan di Sahabat Alam. Rapor deskripsi ini kami bikin sejak awal sekolah ini berdiri tahun 2010. Dan terus mengalami perbaikan setiap semester. Di tulisan ini saya akan berbagi sedikit tentang apa yang dilakukan di Sahabat ALam Palangka Raya. Tentu masih banyak juga kekurangan yang kami lakukan. Silahkan beri masukan tulisan ini. Selamat menikmati 1. Rapor harusnya menggambarkan secara gamblang bagaimana kondisi capaian anak. Jadi ketika orang t...